Wednesday, 22 April 2009

Ahmadinejad; Zionis Adalah Lambang Rasisme

JENEWA,KOMPAS.com- Aksi walk out sekitar 30 negara mewarnai konferensi antirasisme PBB di Swiss, Senin (20/4), saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpidato.

Dalam pidatonya itu, Ahmadinejad menggambarkan Israel sebagai bangsa yang "benar-benar rasis". Seketika itu juga, puluhan delegasi yang hadir berdiri dan meninggalkan ruang sidang.

Tak lama sebelumnya dua orang pengunjuk rasa yang mengenakan rambut palsu berwarna warni menyela pidato Presiden Iran itu. Namun, para delegasi yang tetap tinggal di dalam ruang sidang memberi sambutan meriah saat Ahmadinejad melanjutkan pidatonya.

Perancis mengatakan pidato Ahmadinejad adalah sebuah "pidato kebencian" dan delegasi Amerika mengatakan pidato itu sangat "keji". Sebelumnya, sejumlah negara telah menyatakan memboikot pertemuan ini.

Aksi walk out ini merupakan tamparan besar bagi PBB. Padahal, PBB sangat berharap konferensi ini menjadi contoh sebuah langkah terbaik yang seharusnya dilakukan PBB, yaitu bersatu melawan ketidakadilan dunia.

Aksi walkout yang dilakukan delegasi dari setidaknya 30 negara ini terjadi hanya beberapa menit setelah pidato dimulai. Sebagian besar delegasi menyatakan akan tetap berpartisipasi dalam konferensi, sedangkan delegasi Republik Ceko akhirnya memilih ikut memboikot.

Satu dari dua orang pengunjuk rasa yang dibawa keluar dari ruang konferensi berhasil melemparkan sebuah hidung badut berwarna merah ke arah Presiden Iran sambil berteriak kepada Ahmadinejad "rasis, rasis".

Ahmadinejad, satu-satunya kepala negara yang menghadiri konferensi, mengatakan para imigran Yahudi dari Eropa dan Amerika dikirim ke Timur Tengah usai Perang Dunia II "untuk mendirikan sebuah pemerintahan rasis yang menduduki Palestina".

Kemudian Ahmadinejad melanjutkan "Dan sebagai balasan atas rasisme yang mengerikan di Eropa, mereka (Eropa dan Amerika) membantu mendirikan sebuah rezim yang sangat kejam dan rasis di Palestina."

"Segera setelah dia (Ahmadinejad) menyebut bangsa Yahudi dan Israel sebagai rasis, maka tak ada alasan bagi kami untuk tetap berada di dalam ruang sidang," kata Duta Besar Perancis Jean-Baptiste Mattei seperti dikutip Associated Press.

Duta besar Inggris, Peter Gooderham adalah salah satu yang meninggalkan ruang sidang. "Sebuah retorika seperti ini tak memiliki tempat di manapun dalam sebuah konferensi PBB yang mebahas isu rasisme dan bagaimana cara kita menghadapinya," katanya kepada BBC Radio 4.

"Pernyataannya adalah sebuah tuduhan yang kami kutuk dan kami tak memiliki keraguan apapun pada titik ini untuk meninggalkan ruang sidang."

Amerika Serikat, Israel, Kanada, Jerman, Italia, Belanda, Polandia dan Selandia Baru memboikot konferensi yang digelar di Jenewa ini, sebagai protes atas kehadiran Ahmadinejad.

Di Jerusalem, Presiden Israel Shimon Peres menggambarkan pernyataan Ahmadinejad sebagai sebuah "aib absolut". Sebelumnya, pemerintah Israel juga telah memanggil pulang duta besarnya di Swiss.

PBB cemas


Dalam jumpa pers usai berpidato, Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara yang memboikot konferensi ini menunjukkan "arogansi dan keegoisan". Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Alejandro Wolff mengatakan pidato Ahmadinejad itu sama sekali tidak akurat. Selain itu, pidato tersebut tak hanya memalukan bagi PBB namun juga menjadi aib bagi Iran dan rakyat negeri itu.

"Kami mengimbau pada pemimpin Iran untuk menunjukkan pernyataan yang terukur, moderat dan konstruktif saat berhubungan dengan isu kawasan dan bukan mengeluarkan pernyataan keji, penuh kebencian dan penuh hasutan seperti ini," kata Wolff di markas PBB New York.

Sementara itu Menlu Perancis Bernard Kouchner telah memperingatkan delegasi Perancis akan melakukan walk out jika forum itu digunakan sebagai ajang untuk menyerang Israel.

"Pembelaan hak asasi manusia dan perjuangan melawan rasisme terlalu penting bagi PBB untuk tidak melawan semua bentuk pernyataan kebencian seperti itu, semua kata-kata tak pantas seperti itu," kata Kouchner usai melakukan walk out. "Menghadapi sikap seperti yang ditunjukkan presiden Iran, tak ada lagi kompromi," lanjut Kouchner.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menunjukkan rasa cemasnya terhadap aksi boikot dan pidato Ahmadinejad itu. Dia mengatakan Ahmadinejad telah menggunakan kesempatan pidatonya untuk menuduh, memecah belah dan bahkan menghasut.

TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mdalam suatu wawancara eksklusif dengan stasiun televisi berbahasa Perancis di Swiss, TV5 dan TVSI, di Teheran membahas mengenai masalah hak asasi manusia. Iran memiliki pertanyaan yang akan diajukan kepada Eropa dan AS, dan bukan sebaliknya.

Ia mengatakan, rakyat Iran percaya negara Barat adalah pangkal dari semua gerakan antihak asasi manusia di seluruh dunia. Ketika menanggapi pertanyaan mengenai keprihatinan negara Barat sehubungan dengan kehadirannya dalam pertemuan Durban II, Presiden Iran itu mengatakan alasan bagi keprihatinan mereka mesti diketahui. "Kami menentang rasisme dan kami percaya pangkal masalah di dunia bersumber pada rasisme dan rakyat Iran siap membantu mendongkel rasisme serta menegakkan perdamaian dan keamanan di dunia," katanya.

Menurut Presiden Iran, mereka yang tak menghadiri konferensi di Swiss mesti menjawab kepada bangsa mereka, apakah mereka mendukung rasisme atau tidak. Seluruh dunia mengetahui bahwa rezim Zionis adalah lambang rasisme saat ini. "Rezim itu membunuh perempuan dan anak-anak Palestina, lalu mereka (negara Barat) mengutuk mereka. Mengapa sekarang membela mereka," Ahmadinejad mempertanyakan. Ditambahkannya, kaum Zionis menganggap diri mereka lebih unggul dibandingkan yang lain dan itu berarti rasisme.

Mengenai pembunuhan orang Yahudi selama Perang Dunia II, Ahmadinejad mengatakan, "Saya hanya mengajukan dua pertanyaan, tapi mereka menyerang, dan bukan menjawab, saya. Saya seorang guru dan setiap manusia memiliki hak untuk bertanya mengenai berbagai kejadian. Pertanyaan saya ialah ini: Apakah holocaust adalah peristiwa sejarah, di mana itu telah terjadi dan mengapa orang Palestina mesti menebusnya?" demikian pertanyaan Presiden Iran. Ia menambahkan, Barat menyebut dia "orang yang gila perang" dan bukan menjawab pertanyaannya.

"Pertanyaan kedua ialah meskipun setiap orang memiliki hak untuk menyelidiki setiap masalah, mengapa penelitian dan penyelidikan mengenai holocaust dilarang di Eropa dan mengakibatkan hukuman?"

Mengenai reaksi Iran terhadap kesediaan Presiden AS Barack Obama menjalin hubungan dengan Teheran, Ahmadinejad mengatakan, Iran ingin semua hubungan dilandasi oleh sikap saling menghormati dan keadilan.

Ketika menjawab pertanyaan mengenai ancaman Israel yang akan menyerang Iran karena kegiatan nuklirnya, Presiden Ahmadinejad mengatakan, menurut sudut pandang Iran semua ancaman itu bukan masalah. "Mereka tak dapat melindungi diri mereka sendiri. Bagaimana mereka dapat menyerang negara besar seperti Iran?" katanya.

Ia menambahkan, Revolusi Islam Iran adalah revolusi dalam pemikiran dan kebudayaan, dan itu berarti menghormati hak azasi manusia, keadilan, dan persaudaraan. Kapitalisme telah berakhir dan rakyat di dunia berbicara mengenai Iran.

Mengenai harapan dari pertemuan Jenewa, Ahmadinejad mengatakan, konferensi tersebut mesti melakukan tindakan guna membuat rasisme sirna karena rasisme adalah pangkal krisis politik, ekonomi, dan budaya. "Tentu saja perang melawan rasisme sangat sulit karena kekuatan utara dan kekayaan dunia sekarang berada di tangan kaum rasis," katanya.

p/s; Kawan-kawan sama2 kita nantikan statement pertama Dato Seri Najib terhadap aksi agresi Israel keatas Palestine.

Read more...

Tuesday, 21 April 2009

Seputar “Shina’atul Hayah”; Di Atas Arus Di Titik Puncak

Teori Shina’atul Hayah (life making) ini disebut sebagai management kehidupan sebagai shina’ah (making) yang memiliki seninya yang khas, yang ditingkatkan kualitinya seiring dicapai apabila telah terakumulasi. Sama seperti tukang besi yang harus belajar dan menegetahui tentang selok-belok besi. Begitu juga kita ingin menjalankan seluruh kehidupan dalam satu arus, dengan segala yang ada di dalamnya berupa manusia, hubungan, kekayaan, keilmuan dan keintelektualan dengan bermuara di lembah Islam. Jadi kita harus berfikir dan mengetahui rahsia karakter manusia dan hubungannya. Kerana kita tengah mempraktikkan pembuatan, maka permainan di dalamnya menjadi satu keharusan. Begitulah, kadangkala tukang ukir kayu yang banyak membelah kayu terpaksa membuang kayu untuk mendapatkan keindahan. Begitu juga daie sebagai engineer kepada kehidupan.


Orang kafir berbuat sebagaimana yang kita buat. Oleh kerana itu projek Islam perlulah berskala luas dan komprehensif, tidak boleh pengaruh terbatas pada pengarahan satu generasi atau investasi kekayaan, agar Islam menjadi pengaruh peradaban, lintas generasi dan mengakar kedalaman zaman dan disetiap tempat. Kerana itu,bagi melihat hasil-hasil sangat memerlukan pendahuluan usaha yang sesuai dengannya. Dan barangkali memakan waktu hingga puluhan tahun. Begitu juga projek yang diterjui oleh kuffar. Mereka sangat sabar untuk memajukan dan merampas peradaban dalam jangka waktu yang lama.


Terkadang kita dapat menyederhanakan pertanyaan dengan kalimat, “ Bagaimana kita memandu dan mengendalikan kehidupan ini”… Jawabannya hal ini tidak dapat dicapai dengan hanya sekadar meraih kekuasaan atau mewujudkan keunggulan politik yang parsial. Tetapi memegang kendali kehidupan dengan mengharuskan turun lapangan dengan cakerawala peradaban yang komprehensif. Di dalamnya terdapat reformasi moral, pembangunan ekonomi, pemilikan harta, penguasaan ilmu, dan akses kepada pusat-pusat kekuatan di setiap wilayah seluruh dunia.


Dengan sebab itu setiap daie muslim wajiblah memahami karakter amalnya dan wawasan dakwahnya, agar ia dapat menyiapkan dengan karakter tersebut. Kesiapan mental dengan kesabaran, kesiapan tugas dengan ilmu, kesiapan bantuan dengan harta benda dan kesiapan symbol dengan keindahan. Hal ini menegaskan bahawa hari ini kita menghadapi era kehidupan yang merupakan awal putaran baru peradaban Islam setelah berabad-abad keterbelakngan. Pada mulanya putaran itu mencapai titk klimax, tetapi mengalami perubahannya yang sangat merudum.


Hulagu bukanlah pahlawan di medan perang yang kepahlawanannya itu membuatnya unggul sebanding dengan inisiatifnya untuk memanfaatkan situasi-situasi kekacauan politik dan krisis moral pada detik-detik akhir pemerintahan Abbasiyah. Begitu juga disisi yang berlawanan saat penaklukan Konstantinople, ketika itu berlaku perdebatan di dalam kerajaan pemerintahan Byzantium dan kelemahan raja ketika saat itu membuka peluang kepada Sultan Muhammad Al-Fateh dan pasukannya memberi tekanan kepada tentera Byzantium.


Diantara hal terjujur yang dikatakan oleh Malik Bin Nabi adalah; “Disebalik kisah penjajahan terdapat kisah bangsa yang lemah dan bersedia untuk diinjak-injak”.. Itulah perumpamaan yang cuba ditafsirkan oleh Malik Bin Nabi berbagai fenomena kehidupan dan dakwah. Sebagaimana kemerosotan setiap peradaban diawali oleh pembusukan sehingga tempatnya diganti oleh peradaban pesaing. Begitulah sekilas dan seputar mengenai sejarah dan cerita mereka yang telah pergi…


Kedepan, bagaimana pula mahasiswa membangun peradaban. Dan bagaimana pula mahasiswa menggagas format masa depan gerakan dan kepimpinan Negara tanahair… Hari-hari di dalam sejarah, namun dimanakah mahasiswa…?

Read more...

Sunday, 19 April 2009

PEMBETULAN: Kabinet Baru Malaysia

Telah berlaku kesilapan dalam pengumuman barisen kabinet baru yang dikenali sebagai kabinet rakyat baru-baru ini Seperti mana yang dicetak di dada akhbar.

Berikut adalah senarai barisan kabinet yang baru beserta gambar-gambar menteri yang betul selepas dibuat pembetulan;




www.pemudapasbc.blogspot.com

Read more...

Saturday, 18 April 2009

BENTURAN PERADABAN + BENTURAN POLITIK

Di alam buku The Clash of The Civialization and Remarking World Order, Samuel P. Huntington telah menyentuh seputar peradaban-peradaban yang sering mengalami pasang surut perkembangannya. Peradaban bersifat dinamis, bangkit dan jatuh, menyatu dan terpisah; dan sebagaimana halnya apa yang kita boleh belajar dari sejarah, ia juga tenggelam dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. Fasa-fasa dari perubahan atau evolusi peradaban dapat terpahami melalui pelbagai cara. Quigle melihat bahawa peradaban-peradaban berkembang melalui tujuh tahapan;

i. Percampuran
ii. Pergerakan
iii. Perluasan
iv. Masa konflik
v. Kekuasaan Universal
vi. Keruntuhan
vii. Invasi

Yang paling menarik adalah, menurut Toynbee seorang ahli social politik, Sebuah peradaban yang sedang berkembang merupakan respon terhadap tentangan-tentangan dan melampaui suatu periode pertumbuhan yang melibatkan bertambahnya kontrol terhadap lingkingan yang dihasilkan oleh sebuah kelompok minoriti yang kreatif, dan diikuti pula oleh suatu masa yang dipenuhi dengan tantangan, bangkitna sebuah Negara universal dan setelah itu mengalami disentegrasi. Ketika terdapat perbezaan-perbezaan yang signifikan. Seluruh teori mengatakan bahawa peradaban-peradaban berkembang melalui seluruh masa yang penuh tentangan atau konflik politik terhadap sebuah Negara universal yang sedang berda di ambang kehancuran.

Walaupun pemikiran di atas telah berlalu lama, mungkin ada benarnya, dan pemikiran yang dinyatakan di atas telah diakui dengan teori sirkulasi sejarah oleh Ibnu Khaldun… Sama-samalah kita meneka bagaimanakah dan seperti apakah kerajaan Malaysia itu ke depan. Namun, kita janganlah menjadi golongan yang melihat dan meneka, digalakkan untuk menjadi orang yang lead of the change atau pemimpin dan penggerak revolusi.

Read more...

Thursday, 16 April 2009

NAJIB DAN VERSI KPI

Selama hampir sedekad lebih cabinet Barisan Nasional memimpin Malaysia, baru kali ini kita didengarkan dengan model KPI (Key Performance Indicator) akan dilaksanakan di dalam menilai prestasi menteri cabinet dan kementeriannya. Dengarnya seperti kabinet Najib adalah generasi yang pertama menggunakan KPI ini. Bayangkan jika KPI ini baru sahaja digunakan unktuk menilai pretasi menteri kabinet, bagaimana pula dengan bentuk prestasi pemerintahan sebelum ini. Model seperti apakah yang digunakan untuk menilai prestasi di era paklah, chedet, Husin Onn, Abdul Razak dan Abdul Rahman.. Jangan-jangan mungkin Najib sendiri pun tidak tahu KPI itu seperti apa. Gempaq jugak ye PM baru ni. Namapun PM “satu Malaysia” … Mudah-mudahan untuk pemimpin masa depan, tiada lagi pemimpin yang mempunyai beraneka identity dan latar belakang, Boleh jadi itu dan dan boleh jadi begini… Wallahulam…

“Produce World Class Leader”
“Menyosong Spirit Muslim Negarawan”

Read more...

Tuesday, 17 March 2009

FIQH AWLAWIYYAT

DEFINISI

a. Fiqh bererti kefahaman , al-Awlawiyyat mengertikan keutamaan.

b. Istilah : Fiqh al-Awlawiyyat memberi erti kefahaman tentang keutamaan dalam melakukan sesuatu, baik sesuatu itu sendiri dan sesuatu yang lain atau antara perkara dalam sesuatu yang hendak dilakukan itu sendiri.


PRINSIP FIQH AWLAWIYYAT

a. Keperluan mengutamakan yang lebih utama dalam melaksanakan hukum dan nilai Islam. Kerana meskipun semua perbuatan itu baik secara umumnya digalakkan, namun antara satu kebaikan dengan kebaikan yang lain ada perbezaan keutamaan dalam melakukannya,sama ada pada hakikatnya sendiri atau hubungannya dengan situasi berkenaan. Begitu juga sebaliknya dalam hal keburukan.

b. Perbandingan antara dua perkara bagi menunjukkan keutamaan salah satu daripada keduanya melalui firman Allah swt……

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad dijalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum zalim.” (at-Taubah: 19)


KEPERLUAN TERHADAP FIQH AL-AWLAWIYAT

1. Rapuhnya Nilai Keutamaan Penilaian Umat :

a. asas penilaian keutamaan umat Islam yang mereka gunakan terhadap sikap dan tindakan mereka sudah rapuh, pincang dan tidak seimbang lagi, sama ada dalam bidang kerohanian ataupun kebendaan, masalah pemikiran ataupun sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.
b. Perkara-perkara yang berkaitan masalah kesenian dan hiburan lebih diutamakan daripada urusan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
c. Mengutamakan kegiatan riadah badan (jasmani) daripada riadah akal fikiran (rohani dan kemantapan jiwa).
d. Peruntukan kewangan lebih diutamakan kepada kegiatan olahraga, kesenian, kebudayaan , penerangan dan untuk menjaga kepentingan dan pangkat serta kedudukan para penguasa. Sementara itu bidang pendidikan, pengajaran, kesihatan dan perkhidmatan awam kurang mendapat perhatian dan peruntukan sewajamya.

2. Rapuhnya Keutamaan Penilaian Cendikiawan Muslimin

a. Cara penilaian dalam menentukan keutamaan akan sesuatu perkara bukan sahaja terjadi di kalangan masyarakat awam, namun terjadi juga di kalangan masyarakat muslimin terpelajar, berpendidikan tinggi dan taat melakukan ajaran agama kerana mereka tidak memiliki pengertian yang cukup dan belum memahami fiqh keutamaan secara benar.

3. Sesungguhnya ilmu pengetahuan yang cukup mengenai ajaran Islam sahajalah yang dapat menolong seseorang untuk membezakan antara perbuatan yang mesti diutamakan dan perbuatan yang seharusnya diletakkan pada bilangan yang berikutnya; antara perbuatan yang boleh diterima oleh agama dan perbuatan yang dipandang salah mengikut perspektif syarial Islam, antara amalan berdasarkan kaedah sunnah Nabi SAW dan perbuatan yang dikategorikan dalam bid'ah dan melanggar ketentuan syariat Islam.

a. Mereka yang tidak mempunyai pengetahuan agama yang cukup mencampuradukkan antara bebcrapa amalan dan perbuatan sehingga tidak nampak adanya pembatasan yang jelas ataupun menggunakan ukuran lain dalam menilai amalan tersebut, bukan dengan ketentuan yang telah digariskan oleh syari'at Islam. Keadaan ini menyebabkan berlakunya penyelewengan dan berlebih-lebihan dalam suatu sisi dan kekurangan pada sisi lain. Akibatnya, agama menjadi permainan antara mereka yang bersikap terlampau keras dan sempit dengan yang bersikap terlalu longgar dan bebas..
b. Dari perspektif Islam, keutamaan sesuatu perbuatan itu berubah mengikut keadaan dan suasana yang melingkupi perbuatan tersebut. Tetapi apa yang berlaku kepada kaum Muslimin hari ini, mereka sanggup untuk memberikan derma sebanyak beribu-ribu ringgit untuk membina masjid baru atau menunaikan haji untuk sekian kalinya, tetapi apabila diminta menyumbangkan derma kepada dakwah Islamiyah bagi menyekat usaha-usaha pemurtadan dan penyebaran agama lain atau menyokong kerja-kerja Islam dalam menegakkan agama Allah, mereka enggan memberi bantuan.
c. Ada juga di kalangan belia pemuda yang terlibat dalam bidang perubatan, kejuruteraan, sastera ataupun bidang-bidang falsafah dan sains, sanggup meninggalkan bidang-bidang tersebut semata-mata untuk terjun dalam bidang dakwah dan tabligh. Sedangkan bidang yang diceburi dan diterokai merupakan bidang yang sangat penting dan termasuk dalam kategori fardhu kifayah.


PERKARA PENTING YANG DILALAIKAN OLEH UMAT ISLAM

a. Kaum Muslimin lebih mengutamakan sesuatu rukun Islam daripada rukun yang lain, contohnya lebih mementingkan puasa daripada solat sedangkan kedua-duanya adalah wajib.

b. Melalaikan tugas yang termasuk di dalam kategori fardhu ‘ain seperti Amar Ma'aruf dan Nahi Mungkar.

c. Kaum Muslimin lebih memberi perhatian kepada perkara-perkara Sunnah daripada perkara-perkara fardbu dan wajib, contohnya lebih memberi tumpuan membaca tasbih, zikir dan tahlil daripada perkara yang lebih utama dan penting seperti berbuat bakti kepada kedua orang tua, menghubungkan silaturrahim, memelihara anak-anak yatim dan lain-lain lagi.

d. Melalaikan tugas-tugas yang termasuk dalam fardhu kifayah khususnya:
• Berhubung-kait dengan kepentingan ummah pada keseluruhannya, seperti mencapai kecemerlangan di dalam bidang sains dan teknologi, industri dan ketenteraan.
• Untuk berijtihad dalam bidang fiqh dan menggali ketentuan hukum-hukum baru bagi masalah kontemporari.
• Untuk melakukan kerja-kerja dakwah dan penyebaran Islam di serata, dunia.
• Mendirikan sistem kerajaan yang berdasarkan prinsip syura melalui bai'ah dan pilihanraya yang bebas dan bersih.
• Untuk meluruskan dan menegur penguasa-penguasa yang kejam, zalim dan keluar dari garis-garis syari'at Islam.

e. Lebih mengutamakan ibadat yang bersifat individual dan perseorangan seperti solat dan zikir daripada ibadat yang bersifat sosial dan jama'ah yang manfaatnya kembali kepada orang ramai seperti jihad dan memperdalamkan ilmu fiqh.

f. Tidak mengambil berat untuk memerangi perkara-perkara yang jeias haram dan dilarang atau memerintahkan melakukan perkara fardhu dan kewajipan, sebaliknya sibuk bekerja memerangi perkara-perkara makruh hukumnya atau termasuk syubhah.

g. Lebih mengutamakan kerja-kerja yang termasuk ke daiam kategori cabang dan ranting, bukannya kerja-kerja asasi dan pokok.


KEUTAMAAN PERINGKAT INDIVIDU

a. Mengukuhkan aqidah dan keimanan terhadap Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul dan janji baik dan buruk.

b. Menumpukan kepada perkara-perkara rukun dan fardhu.

c. Menjauhkan diri daripada melakukan dosa-dosa besar seperti syirik dan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan, riba, makan harta anak yatim, menuduh perempuan baik melakukan kejahatan, saksi palsu dan menderhaka kepada kedua ibu bapa.

d. Menjauhi daripada meiakukan dosa-dosa kecil dan perkara maksiat.


MASALAH KEUTAMAAN KEPADA PELAJAR

a. Apabila berlaku pertembungan antara kerja persatuan dan gerak kerja Islam.

b. Keutamaan antara pembelajaran dan aktiviti dakwah.

c. Keutamaan antara restu ibu bapa dan kewajipan berdakwah.

d. Pertembungan antara masalah peribadi dan kepentingan gerakan dakwah.


KEUTAMAAN PADA PERINGKAT DAULAH

a. Susunan atau turutan keutamaan pada peringkat ini bergantung kepada masa dan tempat:

“Iaitu orang-orang yang Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, nescaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuiat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah sahaja kembali segala urusan.” (al-Hajj: 41)


KESIMPULAN

Kegagalan umat Islam untuk memahami kaedah-kaedah tersebut akan mengakibatkan tindakan menjadi tidak teratur dan tersusun rapi sehingga memperlambatkan ummah untuk mencapai matlamat yang dicita-citakan. Oleh itu, umat Islam mestilah bijak menyusun perancangan kerja dengan efektif selari dengan tuntutan fiqh keutamaan dan prioriti sesuai dengan pedoman dan panduan yang telah digariskan oleh Rasulullah SAW.

Read more...

Monday, 16 March 2009

PENDIDIKAN POLITIK; PENGANTAR POLITIK DAN DEMOKRASI

Politik adalah perkara yang abstrak. Oleh itu seluruh kegiatan politik berlaku dalam satu “sistem”. Sistem politik ini bukan suatu yang jelas dan batas teritorialnya. Namun system politik adalah merupakan sebuah konstruksi analisis, iaitu suatu istilah untuk memudahkan analisis atau berbagai hal yang konkrit. Politik dipandang sebagai sebuah system kerana politik dipandang interaksi antara berbagai unsur. Unsur yang satu dengan unsur yang lain adalah saling berkaitan. Seperti juga hukum dan undang-undang adalah sangat multidimensi pergerakannnya luas unsur cakupannya. Seluruh interaksi dan interpedensi politik dimaksudkan untuk mencapai tujuan system, memelihara dirinya, serta menyesuaikan dirinya sesuai dengan tuntutan zaman.


Yang membedakan antara sistem politik dari system yang lainnya ialah pola-pola interaksi yang dalam system politik melibatkan kekuasaan dan kewenangan. Apa yang diputuskan melalui keputusan politik mempunyai kekuatan mengikat (otoritatif). Unsur utama dalam politik adalah pemerintah yang diberi kuasa untuk memonopoli paksaan fizikal sesuai dengan undang-undang. Walaupun demikian, selain factor kekuasaan dan kewenangan yang otoritatif. Sistem politik mempunyai batas yang bersifat analitis dengan system sosial yang lain.


Jika dilihat beberapa period yang lampau atau masa lalu, kegiatan politik adalh berlegar disekitar istana dan golongan elit shaja. Namun kini tidak lagi. Masyarakat sivil telah menempatkan diri mereka ke dalam arena politik. Secara langsung kegiatan politik mendapat tempat di kalangan masyarakat seperti parti politik, kelompok kepentingan, media dan beberapa golongan masyarakat yang lain. Bahkan pemimpin pemerintahan berasal dari masyarakat melalui pemilihan umum. Suara orang ramai yang dirumuskan merupakan hasil interaksi dengan berbagai organisasi, kelompok dan golongan dalam masyarakat. Itu sebabnya mengapa politik disebut interaksi antara pemerintah dan rakyat. Seperti inilah dinamakan demokrasi. Alangkah indahnya jika demokrasi dijalankan secara telus… Rakyat bijak dan cerdas dalam menentukan posisi hidup. Lebih indah lagi jika syariat Islam dilaksanakan…

Read more...